A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: HTTP_COOKIE

Filename: controllers/Detail.php

Line Number: 64

Backtrace:

File: /home/kazeeid/public_html/@news/application/controllers/Detail.php
Line: 64
Function: _error_handler

File: /home/kazeeid/public_html/@news/index.php
Line: 324
Function: require_once

SOROT.News-BERBISNIS DENGAN START UP SIAPKAN MENTAL DULU

BERBISNIS DENGAN START UP SIAPKAN MENTAL DULU

Sorot.News
Diterbitkan : 29 Agustus 2017| Kategori : Entermizzo


Ada kebanggaan tersendiri dalam diri Andri Yadi, CEO Dycode dari Bandung, karena start up yang dikelolanya mencapai usia 10 tahun.

"Ini pencapaian yang cukup berarti bagi perjalanan Dycode sebagai perusahaan start up," ujarnya dalam acara Ngobrol @ Tempo: Tips and Trick Start Up Bertahan dan Tumbuh yang diadakan di Kampus Universitas Parahyangan Bandung, 25 Agustus 2017.

Acara yang diselenggarakan oleh Koran Tempo yang dipandu oleh Budi Setyarso, Pemimpin Redaksi Koran Tempo ini menampilkan Andri Yadi, juga I Made Ariya Sanjaya, CEO dan Founder Kazee Indonesia, Hera susanti, pemilik Mimoy's Sandal dan Srie Dhiandini, SST, MT, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo Kota Bandung.

Kebanggaan Andri Yadi ini dapat dipahami karena ada perjuangan untuk menjalankan perusahaan yang bergerak di bidang development program ini. Sempat dililit utang hampir Rp 500 juta namun dengan mental kuat Dycode bangkit kembali. Dalam beberapa tahun terakhir bahkan berhasil meraih 10 penghargaan, no proyek dan beberapa kegiatan lainnya. Kini, dia pun sedang membentuk komunikasi start up muda.

"Niat saya memang ingin menyiapkan mental anak muda yang berkeinginan bisnis melalui start up. Begitu gagal harus bangkit lagi. Jadi mentalnya saya siapkan dulu, baru yang lain," ujar Andri Yadi, lulusan ITB jurusan Fisika ini.

Berbeda dengan Andri Yadi, justru I Made Ariya Sanjaya atau biasa dipanggil Ariya, CEO Kazee menyebutkan dalam bisnis start up harus ada inovasi. Kandidat Doktor ITB ini menyebutkan adanya inovasi membuat dirinya bisa bertahan dalam menjalankan usahanya tersebut.

Ia mengaku sempat beberapa kali gagal dan salah manajemen. Namanya berkibar ketika membuat aplikasi SOROT yang memenangkan aplikasi terbaik yang diadakan Lintasarta tahun 2016. SOROT adalah aplikasi Costumer Handling and Relationship Management (CHARM) yang merupakan sebuah sistem yang membantu perusahaan mendengarkan dan memahami pelanggan melalui analisis percakapan di media sosial.

Sedangkan pada 2017, Ariya membuat Kazee Indonesia. Kazee merupakan evolusi dari CHARM yang merupakan platform analisis berbagai media seperti media sosial dan media online lainnya. Kazee-berasal dari kata kaji yang bermakna analis atau memahami. Kazee kini mempunyai 20 klien dan omset jutaan rupiah.

"Sekarang saya menyiapkan inovasi baru agar Kazee tidak tergantung sama SOROT. Inovasi sangat penting," ujarnya. Ariya enggan menyebutkan inovasi seperti apa, tapi berkaitan dengan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 mendatang.

Sementara itu Hera Susanti, pemilik Mimoy's sandal menyebutkan usahanya berjalan karena adanya proses. Usaha sandal yang dimulai beberapa tahun lalu tetap bertahan hingga kini karena mengikuti prosesnya.

Sempat omset turun antara tahun 2015-2016, namun kini bangkit lagi. Melalui media sosial, usahanya berkembang. Sekarang karyawannya 20 orang, dari awalnya yang hanya 5 orang. "Proses bagi saya sangat penting. Karena saya tahu A-Z perkembangannya," ujar Hera yang tinggal di kawasan Cicalengka Bandung.

Meski begitu banyak bermunculan usaha start up di Bandung ini, Dhiandini menyebutkan, banyak kendala yang dialami start up kota Bandung. Di antaranya, infrastruktur penyedia layanan server yang sebagian besar berada di Singapura, kemudian belum berkembangnya ekosistem start up terutama di Bandung, dan sejumlah persoalan lainnya.

"Ini yang menjadi masalah. karena itu Kota Bandung sering memfasilitasi start up untuk mengembangkan industri," ujar Dhiandini.

Kini, tercatat 30 usaha start up di Bandung yang berkembang dari pelbagi bidang mulai dari makanan, teknologi hingga perikanan.

"Kita ingin usaha start up ini bisa berkembang dari tahun ke tahun.Selain membuka lapangan kerja juga menciptakan banyak kreativitas," ujar Dhiandini.

Nah bagi kawula muda Bandung, sudah siapkah menjalankan usaha melalui start up ini? Siapkan mentalmu! (Sumber: Koran Tempo) .

Di tulis Oleh : Sorot.News, 29 Agustus 2017 Artikel asli >


Share On:

Anda belum login


0 Komentar



Suported By Kazee.id

Terms Of Use | Privacy Policy | About Us



News | Entertaiment | Biz&Tech | Lifestyle | Entermizzo | Sport


Follow Us On :