A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: HTTP_COOKIE

Filename: controllers/Detail.php

Line Number: 64

Backtrace:

File: /home/kazeeid/public_html/@news/application/controllers/Detail.php
Line: 64
Function: _error_handler

File: /home/kazeeid/public_html/@news/index.php
Line: 324
Function: require_once

SOROT.News-LINTASARTA MENGAKSELERASI BISNIS STARTUP INDONESIA

LINTASARTA MENGAKSELERASI BISNIS STARTUP INDONESIA

Sorot.News
Diterbitkan : 14 November 2017| Kategori : Entermizzo



MELALUI program Lintasarta Appcelerate, Lintasarta fokus menyiapkan startup Indonesia yang komplet dan berkualitas. Dihubungkan dengan pasar Business to Business (B2B).

Namanya sepintas mirip nama Jepang, tapi Kazee yang berasal dari kata "kaji" merupakan perusahaan rintisan (startup) asal Indonesia yang mengembangkan platform analisis media. Platform ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan Indonesia untuk melakukan analisis media sosial, forum, media berita, dan media online.

Kazee adalah salah satu perusahaan startup Indonesia yang berhasil meraih juara dalam ajang Lintasarta Appcelerate 2016, yang diselenggarakan Lintasarta.

Lintasarta Appcelerate merupakan program pengembangan startup yang digagas Lintasarta untuk mengajak anak-anak muda Indonesia di perguruan tinggi membuat aplikasi digital dan rencana bisnis. Harapannya, kontribusi anak-anak muda Indonesia yang memiliki bisnis rintisan mampu menjawab kebutuhan industri di Indonesia, mulai perbankan, keuangan, minyak dan gas, logistik, transportasi, maritim, hingga pariwisata.

Pertama kali diadakan pada April 2016, bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPIK ITB), program ini disambut baik mahasiswa ITB. Appcelerate Program Director Lintasarta Ryo Naldho menceritakan jumlah pendaftar program ini mencapai 70 mahasiswa.

"Mereka jago-jago bikin aplikasi, tapi kurang memahami dari sisi pengembangan bisnis. Melalui program Lintasarta Appcelerate ini, kami menyiapkan startup Indonesia yang komplet dan berkualitas. Di satu sisi, mereka jago teknologi, sementara di sisi lain, mereka juga jago di bidang bisnis," ujarnya.

Selama tiga bulan masa inkubasi, dari Juli-September 2016, lintasarta kemudian memberikan mentoring dan pengembangan bisnis termasuk menyediakan infrastruktur teknologi kepada 10 startup terpilih. "Tujuannya supaya aplikasi yang mereka buat siap digunakan kalangan industri di Indonesia," kata Aldo, sapaan akrab Ryo Naldho.

Dari 10 startup terpilih, dua startup disediakan tempat berjualan atau marketplace oleh Lintasarta. Program Lintasarta Appcelerate ini berlanjut pada 2017 dan digelar di tiga kota, yakni Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Untuk Yogyakarta, Lintasarta bekerja sama dengan UGM melalui Gama Inovasi Berdikari (GIB), sementara Lintasarta bekerja sama dengan ITS melalui Badan Pengembangan dan Pengelola Usaha (BPPU) untuk penyelenggaraan Lintasarta Appcelerate di Surabaya.

Jumlah pesertanya pun bertambah menjadi lebih dari 100 mahasiswa yang berasal dari ITB, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dari tiga kota tersebut, Aldo menilai terdapat perbedaan cukup signifikan dari tujuan pengembangan aplikasi yang dilakukan mahasiswa.

"Mahasiswa ITB dan UGM kebanyakan mengembangkan aplikasi untuk memenuhi kebutuhan industri. Sementara mahasiswa ITS membuat aplikasi dengan tujuan pengembangan smart city," ucapnya.

Setelah melalui proses seleksi, terpilih delapan mahasiswa UGM, 10 mahasiswa ITB, dan 10 mahasiswa ITS, yang mendapatkan pembekalan dan pengembangan bisnis dari Lintasarta. "Dari 28 startup, tahun ini, kami membidik 10 startup yang masuk dalam on board marketplace Lintasarta," tuturnya.

Selain itu, seperti tahun lalu, Lintasarta juga memberikan hadiah uang kepada pemenang Lintasarta Appcelerate pada tahun ini untuk pengembangan bisnisnya.

Aldo menuturkan Lintasarta gembira melihat antusiasme yang ditunjukkan mahasiswa untuk mengikuti program Lintasarta Appcelerate. "Kami senang program ini diikuti anak-anak muda yang berpendidikan tinggi, berprestasi, dan memiliki bisnis. Tugas kami adalah mengakselerasi bisnis mereka termasuk menghubungkan mereka dengan pasar Business to Business (B2B) di Indonesia tanpa sedikit pun mengambil profit," katanya.

Lintasarta berencana melanjutkan program Lintasarta Appcelerate ini pada 2018. Tahun depan, Lintasarta mengundang mahasiswa di kota-kota lainnya untuk menunjukkan kemampuan mereka mengembangkan aplikasi digital serta rencana bisnis, untuk menjawab kebutuhan sektor industri di Indonesia.

Di tulis Oleh : Sorot.News, 14 November 2017 Artikel asli >


Share On:

Anda belum login


0 Komentar



Suported By Kazee.id

Terms Of Use | Privacy Policy | About Us



News | Entertaiment | Biz&Tech | Lifestyle | Entermizzo | Sport


Follow Us On :