A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: HTTP_COOKIE

Filename: controllers/Detail.php

Line Number: 64

Backtrace:

File: /home/kazeeid/public_html/@news/application/controllers/Detail.php
Line: 64
Function: _error_handler

File: /home/kazeeid/public_html/@news/index.php
Line: 324
Function: require_once

SOROT.News-NEGARA NEGARA TERBESAR PENCEMAR LAUT INDONESIA NOMER 2

NEGARA NEGARA TERBESAR PENCEMAR LAUT INDONESIA NOMER 2

Sorot.News
Diterbitkan : 2017-12-15| Kategori : News



Tahukan Anda? Cina dan Indonesia ternyata menjadi negara pencemar laut terbesar di dunia. Menurut sebuah laporan dari The Wall Street Journal, kedua negara ini menyumbang lebih dari sepertiga sampah plastik di perairan global. Pada tahun 2010, misalnya, sekitar 8,8 juta metrik ton sampah plastik yang salah urus di laut, saat dilacak, berasal dari Cina. Sedangkan 3,2 juta metrik ton berasal dari Indonesia.

Data ini didperoleh dari tim peneliti di Amerika Serikat dan Australia yang dipimpin oleh Jenna Jambeck, seorang insinyur lingkungan di University of Georgia. Mereka menganalisis tingkat limbah plastik di samudra dunia. Mereka pun membuat daftar negara yang menyumbang sampah berupa botol plastik, tas plastik, dan barang lainnya yang menyumbatjalur laut global.

Dari grafik yang sudah Sorot.News buat terlihat peringkat pencemar laut terbesar diperingkati oleh Cina, Indonesia, Filipina, Vietnam, Sri Lanka, dan Mesir.

Sedangkan negara peringkat 7 sampai dengan 12 diisi oleh, Thailand dengan 1 juta, Malaysia dengan 0,9 juta, Nigeria dengan 0,9 juta, Bangladesh dengan 0,8 juta, lalu Brasil dengan 0,5 juta dan terakhir diisi oleh Amerika Serikat dengan 0,3 juta sampah.

Dilansir dari National Geographic, Menurut data yang dilansir oleh Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK Tuti Hendrawati Mintarsih, total jumlah sampah mampu mencapai 68 juta ton pada tahun 2019 nanti. Begitu pula sampah plastik yang diperkirakan mencapai 9,52 ton.

Limbah sampah sendiri berbahaya ketika sampai mencemari laut, dan masalah ini perlu segera ditemukan jalan keluarnya. Jika tidak, maka flora dan fauna yang berhabitat di laut akan terkena dampak buruknya.

Flora dan fauna yang hidup di laut akan terkena dampak dari limbah yang tercampur zat berbahaya seperti cairan buangan kapal-kapal. Sampah yang mengendap ke dalam tanah justru tak membawa solusi yang berarti, hal tersebut malah akan membawa efek buruk bagi laut kedepannya .

Di tulis Oleh : Sorot.News, 2017-12-15 Artikel asli >


Share On:

Anda belum login


0 Komentar



Suported By Kazee.id

Terms Of Use | Privacy Policy | About Us



News | Entertaiment | Biz&Tech | Lifestyle | Entermizzo | Sport


Follow Us On :